Jumat, 01 November 2013

tugas softskill 2 bahasa indonesia



  Kualitas karya tulis ditentukan oleh beberapa  aspek, yaitu :
    a.  Topik yang menarik
    b.  Mudah dipahami oleh pembaca
    Coba Anda jelaskan kedua aspek ini.

jawab : 
     a) Topic yang menarik sangatlah tergantung pada hasil karya tulis kita,karena jika topic kita sangat menarik dan merangkai tiap tiap kalimatnya yang sesuai topic, maka si pembaca akan merasa tertarik dan nyaman menyimak sebuah hasil karya tulis tersebut. Dan topic yang menarik menunjukan sebuah kualitas dari karya tulis tersebut.

b  b) mudah dipahami oleh pembaca maksudnya adalah sebuah tulisan yang tidak terlalu panjang dan menggunakan bahasa yang sopan,baik, dan menggunakan EYD yang tepat sehingga membuat para pembaca mengerti inti maksud dari si penulis.

tugas softskill 1 bahasa indonesia



  1. Jelaskan dengan contoh “ Penggunaan Bahasa Indonesia secara baik dan benar “!
Jawab : Bahasa Indonesia yang baik dan benar harus sesuai dengan situasi dan kondisi dengan siapa lawan bicara kita, contohnya pada saat kita berbicara kepada orang yang lebih tua,tentu saja kita menggunakan bahasa dan tutur kata yang baik. tidak perlu menggunakan bahasa yang baku, cukup kita berbicara menggunakan bahasa yang baik lawan bicara kita akan merasa dihormati dan dihargai. Sedangkan bahasa yang benar tidak sama pada saat kita menggunakan bahasa sesame, dan digunakan pada saat kondisi formal,misalnya ketika kita berbicara di depan orang banyak pada saat seminar. Tentu saja bahasa yang digunakan bahasa yang baik dan benar,karena situasi tersebut mengharuskan kita untuk menggunakan bahasa yang formal. Tanpa adanya rasa canggung dan kaku pada saat kita berbicaranya. Yang dimaksud dari bahasa yang benar adalah yang sesuai dengan EYD baik secara lisan maupun tulisan.

  1. Berikanlah contoh fungsi bahasa sebagai alat komunikasi !
Jawab : Dalam fungsi bahasa  sebagai alat komunikasi, bahasa digunakan sebagai penyampai ide dan gagasan pembicaraan yang mempunyai berbagai ragam atau variasi bergantung pada konteks komunikasi yang terjadi. setiap orang dimungkinkan memilih salah satu variasi bahasa yang digunakan, biasanya pemilihan variasi ini ditentukan oleh faktor pembicara, pendengar, pokok pembicaraan, tempat, suasana dan tujuan orang berbicara.
Bahasa dapat berupa bahasa verbal dan bahasa non verbal. Bahasa verbal digunakan oleh manusia normal dan suasana normal pula, dengan menggunakan unsur kata-kata simbol. Bahasa non verbal menggunakan isyarat, digunakan misalnya oleh penyandang cacat fisik (bisu tuli). Ada bahasa yang digunakan pada kalangan tertentu, misalnya bahasa gambar sebagai visualisasi gagasan seperti gambar tekni, fotografi, lukisan dan simbol, yang masing-masing dapat diukur dengan rasional logis dan irasional abstrak.
 Sumber : 
Buku Google
Kamus Saku Bahasa Indonesia oleh Tim Bentang Pustaka
Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi oleh Minto Rahayu

tulisan softskill (strategi memenangkan pasar modal )




Sebuah tindakan strategis mutlak diperlukan oleh sebuah perusahaan untuk memenangkan pasar. Salah satu strategi yang terkenal saat ini adalah kolaborasi.
Kolaborasi diharapkan mampu meningkatkan kinerja perusahaan dengan bersinergis dengan perusahaan lainnya. Kolaborasi merupakan strategi kerjasama antar perusahaan agar terjadi sinergitas atau keterkaitan manajemen sehingga saling menguntungkan.
Hal ini menjadi pembahasan menarik dalam seminar nasional Teknik Industri & Manajemen Produksi kemarin  di Novotel Surabaya. Dalam acara dua hari ini yang diikuti oleh puluhan kalangan praktisi usaha maupun kalangan akademisi, diharapkan mampu merancang strategi kolaborasi yang tepat guna meningkatkan persaingan usaha.
Dalam jangka pendek, di mana era perdagangan bebas sudah berlaku, membuat persaingan memenangkan pasar internasional terlebih nasional makin sulit ditebak. Kondisi nasional yang cenderung tidak stabil dan sarat KKN menyebabkan kondisi pasar sulit diduga.
Permasalahan tersebut jelas menyulitkan dunia usaha. Kolaborasi sebagai bentuk kerjasama saling menguntungkan antar kedua belah pihak menjadikan konsumen lebih dimanja dan terpuaskan akan berbagai produk di pasaran. "Kita nggak bisa nunggu sampai negara ini baik baru buka usaha, kita harus bertahan dan berjuang, " tegas Heru Prasetyo, Country Managing Director PT Accenture. Selain itu dia menambahkan, etika dalam berbisnis haruslah tetap dijunjung dalam setiap berkolaborasi. "Jangan pernah mau berkolaborasi dengan orang culas, itu akan mencemarkan nama anda, " katanya mengingatkan.
Beberapa tahun terakhir, dalam melakukan kolaborasi merupakan suatu trend untuk memenangkan atau pun mempertahankan pasar. Contoh kolaborasi yang paling terkenal adalah antara Microsoft dan Intel. Kolaborasi mereka telah menutup peluang pendatang baru untuk bersaing dengan mereka. Data terakhir menunjukkan Microsoft berhasil menguasai nyaris 85 persen pasar sistem operasi komputer. Sedangkan Intel menguasai 70 persen pasar prosessor. "Itu jelas kolaborasi paling nyata di dunia usaha," cetus Sandi, salah satu peserta.
Di Indonesia sendiri, kolaborasi sudah dikenal dalam satu dekade terakhir dengan nama pola kemitraan. Pemerintah mengeluarkan peraturan adanya kewajiban perusahaan besar dengan usaha kecil dan menengah. Meskipun begitu, karena tidak memiliki konsep dan pengendalian yang terarah sehingga tidak berhasil.
Praktek di lapangan seakan menjadikan usaha besar menopang usaha kecil. Bukannya memberi 'alat pancing' namun yang diberikan adalah ikan. Alhasil, usaha kecil tidak menimba ilmu guna meningkatkan produktivitas mereka. "Hal ini jelas tidak menguntungkan pasar maupun industri yang saling bermitra tadi, " jelas Imam Baihaqi, S.T, M.Sc.
Menurutnya, tidak semua kolaborasi saling menguntungkan, terkadang justru membuat ketergantungan sepihak. "Di Indonesia pola kemitraan sudah terlanjur jelek hasilnya, padahal kalau saja terarah dan terkontrol pasti maju, " jelas Dosen Teknik Industri ITS ini.

Analisa : kolaborasi atau yang bisa kita sebut dengan merger  ada menguntungkan dan ada kerugiannya, kita mengambil keputusan untuk melakukan kolaborasi dengan perusahaan lain yang mempunyai kualitas kerja yang sangat efektif, akan membawa dampak positif ke perusahaan yang kita kelola tersebut. Karena jika perusahaan yang mempunyai kualitas kerja yang sangat efektif bergabung dengan perusahaan yang mempunyai kualitas kerja yang sangat baik pula,akan menghasilkan kolaborasi yang sangat baik juga, sebaliknya jika perusahaan kualitas baik bergabung dengan perusahaan yang mempunyai kualitas kerja yang kurang efektif,akan menghasilkan perusahaan yang awal kerja nya baik,lalu di tahun selanjutnya mengalami penurunan.
Sebuah perusahaan mengambil keputusan untuk melakukan kolaborasi,tentu saja  selain ada dampak positif ada juga dampak negatifnya bagi perusahaan lain,karena tingkat persaingan yang cukup besar,sehingga tidak ada cela bagi perusahaan yang kecil untuk bersaing dengan perusahaan yang berhasil melakukan kolaborasi tersebut.

tulisan softskill ( rupiah terus melemah,krismon 1998 berulang?)



Rupiah Terus Melemah, Krisis Moneter 1998 Berulang?


Pelemahan Rupiah terhadap dolar AS yang terjadi sejak 15 Agustus 2013 lalu membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono gusar. Rupiah di beberapa perbankan Indonesia menembus di atas Rp11.000 per dolar AS dan niscaya bakal terus melemah jika pemerintah tidak berbuat apa-apa.

Di kantornya, Rabu 21 Agustus 2013, Presiden mengumpulkan seluruh menteri ekonomi guna membahas masalah ekonomi terkini, khususnya soal anjloknya nilai Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Presiden menekankan dua faktor tersebut sudah cukup menjadi alasan untuk menyusun langkah persiapan menghadapi ancaman krisis di kawasan, termasuk Indonesia.

Presiden memberikan tenggat kepada kementerian dan otoritas terkait untuk merumuskan paket kebijakan yang perlu diambil pemerintah dalam merespons potensi hantaman krisis global saat ini. Obat penawar krisis yang dirumuskan, SBY melanjutkan, nantinya akan berbentuk paket kebijakan dalam berbagai sektor. Sehingga diharapkan bukan hanya dapat menyembuhkan, tapi juga menjadi penguat stamina dan stabilitas ekonomi Indonesia.

Presiden mengimbau agar masyarakat, khususnya pelaku pasar keuangan, tidak perlu terlalu khawatir mengenai langkah-langkah antisipasi ini. Pemerintah dia jamin akan berupaya penuh menerapkan solusi terbaik. "Saya harap mendapat dukungan dari seluruh rakyat, semua itu untuk kepentingan rakyat," kata SBY di kantor Presiden.

Toh demikian, Ketua Umum Partai Demokrat ini pesimis target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini dapat mencapai 6,3 persen sesuai yang ditargetkan dalam Anggaran Pendapaan dan Belanja Negara Perubahan 2013. Ini terkait dengan perkembangan baru dunia internasional, yaitu pengetatan likuiditas Amerika Serikat, yang bakal berdampak langsung terhadap ekonomi Asia, termasuk Indonesia. 

Presiden bahkan meminta para pelaku usaha untuk tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di tengah guncangan ekonomi ini. Berbagai paket kebijakan akan dikeluarkan pemerintah, termasuk insentif bagi pelaku usaha untuk membantu mereka menghadapi krisis ekonomi global. "Kita harus mengamankan juga saudara-saudara kita para pekerja, seperti juga mengamankan rakyat yang lain," ujar SBY.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Armida Alisjahbana, di kantor Presiden, Selasa 21 Agustus 2013, mengungkapkan paket kebijakan yang sedang diracik pemerintah akan saling berhubungan dan fokus terhadap insentif industri padat karya untuk mencegah PHK.

Armida mengatakan paket-paket kebijakan yang akan diputuskan Presiden sebenarnya telah lama disiapkan, namun masih menunggu momentum yang tepat untuk implementasinya. "Saat ini siap diterjemahkan dalam bentuk Perpres dan sedang difinalisasi dalam 1-2 hari mendatang," katanya.

Di tempat yang sama, Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan formula penawar krisis ekonomi Indonesia akan merelaksasi ketegangan ekonomi di Indonesia akibat pengaruh eksternal. "Tujuan kebijakan ini untuk membuat stabilitas ekonomi," katanya.

Selain itu, ia menilai pelemahan Rupiah terhadap dolar AS ini juga memberikan pengaruh positif karena eksportir akan berlomba-lomba mengirim barangnya keluar negeri sementara importir menahan diri untuk melakukan aksi impor besar-besaran.
Deputi Gubernur BI, Pery Warjiyo, menyatakan hingga 20 Agustus 2013, Bank Indonesia telah melakukan intervensi pasar valas untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah. Dalam dua hari pertama pekan in, BI telah menggelontorkan Rp2,6 triliun untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
"Sepanjang 2013 kami telah membeli SBN sekitar Rp31 triliun. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah dan OJK untuk menstabilkan pasar keuangan kita.
Krisis moneter 1998 berulang?

Rupiah terus melemah sejak 15 Agustus 2013. Bloomberg melansir Rupiah berada di posisi Rp10.775 per dolar AS pada penutupan perdagangan 21 Agustus 2013. Bank Indonesia mematok Rp10.777 untuk kurs jual dan Rp10.669 untuk kurs beli.

Namun, berbagai bank seperti BCA, Bank Mandiri, Bank Panin dan BII Maybank sudah memperdagangkan dolar AS di atas level Rp11.000 per dolar AS. Kepala Ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti, Rabu 21 Agustus 2013,  mengungkapkan tingginya impor bahan baku dan pangan menjadi penyebab defisit transaksi berjalan dan sudah berada pada taraf memprihatinkan. Defisit transaksi berjalan ini menekan nilai tukar Rupiah.
Fokus dunia saat ini sedang tertuju ke India dan Indonesia, dua negara di Asia dengan defisit neraca berjalan terbesar dan sangat tergantung pada modal asing untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam seminggu terakhir, mata uang India dan Indonesia terjun bebas.

Pemerintah Indonesia melaporkan adanya pelebaran tajam dalam defisit neraca berjalan--yang terburuk sejak 1996--akibat penurunan nilai ekspor komoditas. Inflasi pun melonjak karena kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Gejala di India dan Indonesia dikhawatirkan bakal menjalar ke negara-negara lain di Asia Tenggara, karena diperparah oleh perlambatan ekonomi China, mesin pertumbuhan terbesar di Asia.

Thailand diprediksi bisa menjadi korban selanjutnya. Data HSBC menunjukkan utang rumah tangga terhadap Produk Domestik Bruto (GDP) Thailand melonjak dari 55 persen pada 2009 menjadi 80 persen per hari ini. Total utang terhadap GDP saat ini berada di level 180 persen. Sementara itu, di Malaysia dilaporkan terjadi peningkatan utang dan Ringgit pada awal perdagangan pekan ini turun delapan persen, menyentuh titik terendah dalam tiga tahun terakhir.

"Asia akan memasuki periode stagnasi pertumbuhan selama beberapa tahun mendatang. Asia merupakan tempat manis yang akan segera berakhir," kata Kepala Ekonom Asia HSBC, Fred Neumann.

Namun, analisis bernada optimistis disuarakan Direktur Utama Bank Mandiri Tbk, Budi Gunadi Sadikin. Menurutnya, Indonesia sudah sering mengalami penurunan nilai kurs seperti ini. Pelemahan Rupiah juga terjadi pada tahun 2000, 2005, 2008, dan 2011. Jika berpatokan pada data-data yang ada dan dibandingkan, dia mengakui ada kemungkinan terjadi seperti 2008, meskipun kemungkinannya teramat kecil.

Budi mengakui kondisi Indonesia saat ini tidak sekuat 2001 dan 2010. Namun, dia hakulyakin Indonesia masih dapat bertahan dalam kondisi pelemahan seperti sekarang ini. "Pada 2008 IHSG turun 61 persen, obilgasi tenor 10 tahun naik dari 9 ke 20 persen, inflasi naik dari 6 ke 12 persen. Sekarang kita lebih baik dari itu. Kalau kita bisa survived di 2008 kenapa 2013 ini tidak bisa?" dia mempertanyakan. (kd)

analisa : kenaikan dollar pada mata uang di seluruh dunia sangatlah spektakuler khususnya di Indonesia,karena adanya penaikan dollar menyebabkan terjadinya inflasi yang membawa dampak besar bagi perekonomian Indonesia. Industri kecil misalnya,mereka harus mngurangi hasil produk mereka karena keterbatasan bahan baku akibat sebagian kecil pembuatan dari produk mereka adalah import. Melemahnya rupiah ini membuat pemerintah berupaya semaksimal mungkin untuk menstabilkan rupiah agar kejadian tahun 1998 tidak terulang lagi di tahun 2013 ini.

tulisan softskill (pembangunan di indonesia masih timpang)



Pembangunan di Indonesia Masih Timpang

Konsep Trilogi Pembangunan yang pernah berjaya pada Era Orde Baru perlu dihidupkan kembali. Musababnya, pembangunan antarwilayah di Indonesia hingga saat ini masih timpang.

“Pembangunan selama ini masih terkonsentrasi di pulau Jawa, sekitar 80 persen industri kita berasal dari Jawa,” ujar Prof Ahmad Erani.

Prof Ahmad Erani menilai bahwa kurangnya infrastruktur merupakan sumber masalah pembangunan di Indonesia. Menurutnya, bila dilihat dari pemerataan pembangunan, maka angka presentase kemiskinan per provinsi dan per kelompok pulau kembali menunjukkan bahwa pembangunan antarwilayah di Indonesia masih sangat timpang.

Menurutnya sebenarnya masih banyak potensi-potensi yang tersebar di luar Jawa, namun sarana dan sumber daya manusia di luar Jawa untuk mengembangkan potensi aset tadi jauh tertinggal dibanding di Jawa. Oleh karenanya, jika pembangunan sudah berorientasi pemerataan wilayah, lalu diisi dengan kegiatan ekonomi yang berbasis SDM unggul, riset untuk teknik-teknik pengolahan, pemanfaatan mesin dan teknologi IT, maka produk Indonesia akan bersaing di pasar internasional.

Sehubungan dengan situasi ini, Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia Isran Noor mengungkapkan sudah saatnya pemerintah meningkatkan pembangunan infrastruktur di luar Jawa, karena akan mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh daerah tersebut dan membuat sebuah terobosan dan kebijakan agar sumber daya alam yang sebagian besar ada di luar Jawa mulai dimanfaatkan dengan cara memberikan nilai tambah sebesar-besarnya.

“Untuk tujuan itu, tentu diperlukan akselerasi penambahan infrastruktur dan peningkatan kualitas infrastruktur yang ada,” ujarnya.

Menurut dia, perkembangan ekonomi Indonesia selama delapan tahun terakhir berjalan cukup baik dan telah membuat angka kemiskinan dan pengangguran di Indonesia terus berkurang. Berdasarkan data di lapangan, setelah melalui masa pemulihan yang panjang sejak terjadinya krisis tahun 1997-1998, diperkirakan baru 2012 ini angka kemiskinan secara nasional kembali ke posisi yang terjadi pada tahun 1996, yakni sekitar 11.3 persen dari total penduduk. Secara kumulatif, pertumbuhan infrastruktur juga menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun ke tahun.

“Dengan kemajuan yang terjadi selama kurang lebih delapan tahun terakhir ini,  bukan berarti kita tidak memerlukan lagi terobosan-terobosan besar, dan tidak berarti juga kita tidak perlu meninjau arah pembangunan saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, Edib Muslim dari MP3EI memaparkan perlu adanya reorientasi strategi pembangunan, di mana harus ada alokasi PBN dan APBD yang mampu mendorong semakin luasnya pihak yang ikut dalam memproduksi dan menikmati pertumbuhan. “Misalnya dengan meningkatkan anggaran pendidikan, anggaran kesehatan dan anggaran infrastruktur,” pungkasnya.

Adapun Velix. V. Wanggai selaku Staf Khusus Presiden Bidang Otda menyebutkan bahwa ke depannya Pemerintah harus memperkuat strategi kewilayahan yang saat ini terus diupayakan.

"Kita akan dorong percepatan pembangunan wilayah di luar Jawa, sambil terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Jawa-Bali sebagaimana dijalankan pola pembangunan berbasis pulau-pulau," tutupnya.

analisis :
pembangunan SDM di Indonesia bisa dibilang masih kurang dapat perhatian penuh, Jika pemerintah mau  mengelola dengan baik dan serius SDM kita akan mengahsilkan SDM yang produktif dan siap bersaing,namun pada kenyataannya berbeda, anggaran yang seharusnya dipakai untuk pendidikan dan membangun infrastruktur disalah gunakan untuk kepentingan pribadi,yang seharusnya membuat SDM di Indonesia lebih cerdas  dan produktif menjadi terhambat karena keterbatasan mereka untuk mendapatkan hak nya. Kita berharap pembangunan yang sedang berjalan saat ini adalah awal dari sebuah pembentukan Negara menjadi lebih berkembang bahkan maju.